Rabu, 20 Mei 2020

Kesialan Itu Selalu Datang Berurutan

Sial adalah kata untuk menggambarkan kondisi menyebalkan yang dialami. Seperti peribahasa "sudah jatuh, tertimpa tangga pula" sial itu selalu datang berurutan dan sampai kadang membuat saya berkata..

What the fuck?

Contoh pengalaman pribadi, sore hari di bulan puasa, rencananya akan membeli makanan untuk buka puasa di tempat langganan. Entah kenapa, saat persimpangan menuju tempat langganan terlewati, saya baru ingat rencana tersebut. 

Ah...di depan juga masih ada lagi yang jualan makanan, saya beli disana saja. Setelah sampai ditempat, ternyata makanannya sudah habis. Terpaksa putar balik ke tempat langganan untuk beli makanan buka puasa.

Pengalaman sial berikutnya, ban motor kempes padahal baru dipompa 2 hari yang lalu, dicek di tempat tambal ban, ternyata ada kebocoran dari pentil ban (tubeless). Mau langsung diperbaiki, namun stock pentil ban-nya sedang kosong.

Karena sudah malam dan lelah, akhirnya hanya di isi angin sambil susun rencana cari pentil ban di tempat lain keesokan harinya.

Dasar sial, perlu empat bengkel dan tambal ban yang harus saya datangi baru bisa dapat pentil ban tersebut, dengan harga lebih mahal dibandingkan dengan penjual online. (penjual online Rp 2000/buah, saya dapat di tambal ban Rp 10000/buah) 

See the pattern? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar